
FOTO BERSAMA MENJELANG KELULUSAN SISWA KELAS 6
SDN 006 RANTAU PULUNG MELULUSKAN ANGKATAN KE-28
Di Program Literasi Digital ini, pengunjung dapat menikmati petualangan membaca karya-karya para siswa dan guru kami. Berbentuk blog atau buku, Anda bebas memilihnya semaumu. Di sini, kami juga kerap membagikan kegiatan-kegiatan literasi yang akan dan telah kami selenggarakan. Baik internal, lokal, maupun nasional, senantiasa kami bagikan.
Program Literasi Digital literasi ini dikembangkan dalam rangka pembangunan budaya literasi di sekolah kami. Dengan Program Literasi Digital ini, kami berharap mampu mendorong warga sekolah untuk lebih termotivasi dalam membaca dan berkarya. Ini akan menjadi bekal penting bagi peningkatan mutu pendidikan dan kualitas generasi pembawa perubahan di masa depan.
Program Literasi Digital ini tercipta, berkat kerja sama antara Sekolah dan Nyalanesia. Melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) yang diselenggarakan Nyalanesia, kami juga berhasil mendapatkan penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional.
Selamat bertualang, dan salam #NyalakanMasadepan!
Mewujudkan ekosistem sekolah yang berbudaya literasi tinggi, di mana setiap warga sekolah mampu berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif melalui penguasaan berbagai bentuk literasi.
1. Mewujudkan Sekolah Berbudaya Literasi yang Kuat dan Berkelanjutan. Dalam jangka 5–10 tahun, sekolah mentargetkan terbangunnya budaya literasi sekolah yang kokoh, tidak sekadar program tahunan. Budaya literasi ini mencakup rutinitas membaca 15 menit, peningkatan kualitas pojok baca di setiap kelas, serta tumbuhnya kebiasaan menulis dan menghasilkan karya di berbagai jenjang. Penguatan ini menjadi pondasi menuju predikat “Sekolah Berbudaya Literasi” yang diakui secara internal maupun eksternal.
2. Penguatan Perpustakaan Sekolah sebagai Pusat Belajar dan Ruang Kreasi Siswa. Sekolah menargetkan pengembangan perpustakaan menjadi pusat kegiatan belajar yang aktif dan modern, bukan hanya ruang peminjaman buku. Selama 5–10 tahun, perpustakaan diharapkan memiliki layanan rutin seperti kelas mendongeng, sudut baca tematik, peningkatan peminjaman minimal 20% per semester, serta program kolaborasi sekolah–orang tua–komunitas. Perpustakaan diarahkan menjadi “learning hub” sekaligus ruang publikasi karya siswa.
3. Integrasi Literasi Digital dan Sains-Ekologis ke dalam Pembelajaran Abad 21. Selama satu dekade ke depan, sekolah menargetkan seluruh guru dan siswa terampil memanfaatkan teknologi digital secara produktif, aman, dan kreatif. Target ini diwujudkan melalui pemanfaatan Google Workspace, platform buku digital, komik digital, serta pembelajaran berbasis data numerasi. Selain itu, literasi sains dan lingkungan diperkuat melalui kegiatan Jurnal Alam, taman literasi, dan observasi sains sederhana yang menumbuhkan kepedulian ekologis sejak dini.
4. Meningkatkan Karya, Prestasi, dan Program Unggulan Literasi Sekolah. Target jangka panjang mencakup lahirnya berbagai prestasi dan karya siswa, seperti antologi puisi/cerpen, lomba literasi, festival literasi tahunan, pameran karya, serta terbentuknya Komunitas Literasi Sekolah. Sekolah mentargetkan minimal empat kegiatan unggulan tiap tahun, dengan pendokumentasian dan publikasi berkelanjutan. Dalam jangka 5–10 tahun, sekolah diharapkan menghasilkan karya yang dipublikasikan secara regional bahkan nasional.

SDN 006 RANTAU PULUNG MELULUSKAN ANGKATAN KE-28


PEMBERIAN SUPLEMEN MAKANAN TAMBAHAN (SUSU) UNTUK ANAK SEKOLAH OLEH